AYIB MAKMUN
enjoy your daylife!

→ Other Works
→ My Portfolio
→ Quotes

morgon–dagen:

”Robot minds of robot slaves lead them to atomic rage
plastic flowers, melting sun, fading moon falls upon
dying world of radiation, victims of mad frustration
Burning globe of oxy’n fire, like electric funeral pyre”

(via mothersworry-deactivated2017020)

  1:42 am  |   February 20 2015   |  5,901 notes  

fuks:

voicesandsounds:

#354) Immortal Technique - Dance With the Devil

this song fucked me up when I first heard it

(via mothersworry-deactivated2017020)

  2:01 am  |   December 30 2014   |  18,493 notes  

stephengreencomics:
“ I’ll have prints of this at the Durham NC comic show. Colored by my friend Corin http://rinpin.tumblr.com/
”

stephengreencomics:

I’ll have prints of this at the Durham NC comic show. Colored by my friend Corin http://rinpin.tumblr.com/

(via mothersworry-deactivated2017020)

  8:16 am  |   November 30 2014   |  5,643 notes  

type-lover:

The Hungarian Guggenheim
by Krisztián Lakosi & Lakosi Richárd

(Source: behance.net, via thegraphicsideof)

  10:40 am  |   November 14 2014   |  7,526 notes  

“

[ Nasehat Jum'at ] Dahulu Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, bahwa tidak ada seorang pun bisa masuk surga, kecuali semata-mata karena rahmat Allah.

Memang benar. Kita sama sekali tidak pantas masuk surga. Saya juga Anda. Kita semua… Mari coba kita urai penilaian Nabi Muhammad SAW tersebut dengan pikiran jernih.

Semisal Anda itu rajin shalat 5 waktu, one day one juz, rutin sedekah satu juta rupiah per bulan, dan pernah naik haji, jangan pernah berpikir Anda sudah layak masuk surga. Serius. Sebab amalan-amalan Anda itu tidak istimewa.

Menjadi tidak istimewa, kalau Anda bertanyanya ke hati nurani. Jangan ke setan di dalam hati Anda. Pasti isinya dipuji-puji, “Hebat! Sudah shaleh! Wah ahli surga ini!” Pasti setan bisikannya adalah pujian. Karena ingin Anda mabuk kepayang. Karena ingin Anda merasa tidak perlu meningkatkan ibadah. Juga karena ingin Anda segera menjadi sombong dan menyombongi orang lain yang tidak rajin ibadah.

Coba pelan-pelan tanya ke hati nurani. Rajin shalat 5 waktu itu tidak istimewa, kalau kita mau memperbandingkannya dengan jumlah dosa sehari. 5 : 2 kah? 5 : 10 kah? Atau jangan-jangan dalam sehari kita berbuat dosa 30 kali (waktu)?

One day one juz juga tidak istimewa, kalau kita mau memperbandingkannya dengan jumlah jam dalam sehari. Kalau misalnya Anda butuh waktu 3 jam untuk satu juz, berarti sisanya masih ada berapa jam? Anda gunakan apa saja?

Rutin sedekah satu juta rupiah per bulan pun tidak istimewa. Apa hebatnya? Cobalah tanya ke akal yang jernih. Satu juta rupiah menjadi terasa sangat sedikit, kalau Anda mau jujur memperbandingkannya dengan “biaya kemewahan” hidup Anda. Coba bandingkan dengan biaya makan Anda, biaya belanja barang Anda, harga mobil Anda, dan harga rumah Anda.

Contoh kasus terakhir, pernah naik haji. Jujur itu cuma masalah kesempatan saja. Anda yakin mampu naik haji kalau diberi “kesempatan” oleh Allah jadi tukang tambal ban? Anda yakin mampu rutin menabung sedikit demi sedikit selama 30 tahun? Anda yakin mampu puasa hawa nafsu selama 30 tahun demi naik haji?

Jadi, maksud saya, kalau diurut-urut dan ditelaah satu per satu, aslinya kita semua tidak pantas masuk surga. Sekalipun sudah ahli ibadah. Sekalipun sudah menumpuk amal kebaikan sepanjang hayat. Sama sekali tidak pantas.

Amal baik kita masih sangat sangat sedikit, kalau diperbandingkan dengan amal buruk kita dan tingkat ke-mubazir-an hidup kita. Silakan coba hitung sendiri dengan jujur. Seperti empat contoh kasus amal baik yang akhir-akhir ini dikira masyarakat muslim Indonesia adalah “luar biasa” tadi. Silakan coba.

Maka dari itu, benarlah sabda Nabi Muhammad SAW, bahwa kita jangan merasa bisa masuk surga dengan kendaraan amal baik. Luar biasa tidak pantas. Kita hanya bisa masuk surga dengan kendaraan rahmat Allah saja. Selain itu, mustahil bisa masuk.

Kalau kita tidak dimaklumi dan disayangi Allah, saya juga Anda mustahil boleh masuk surga. Maka, mari kita rendah hati dalam beragama, jangan pernah sombong. Kalau kita itu rajin beribadah, ya sudah titik. Ibadah, titik. Ibadah, titik. Tidak usah pamer. Tidak usah merasa sholeh.

Sifat sombong itu selendangNya. Jangan dipakai manusia. Tidak pantas. Selain menimbulkan kemarahan Allah, sifat sombong akan amal baik pada diri seseorang menimbulkan penyakit hati suka melaknati orang lain. Padahal rahmat Allah hanya bisa turun pada hati orang yang penuh rahmat.

Rajin-rajinlah beribadah, tapi jangan sampai menggantungkan diri pada amal shalih.

”

— Gus Mus

  9:01 am  |   November 14 2014   |  31 notes  

vannieland:

(Source: iraffiruse, via fvckxswag-deactivated20150109)

  10:40 am  |   November 12 2014   |  389,592 notes  

(via designcollector)

  10:23 am  |   November 12 2014   |  763,848 notes  

Thought via Path

🔸Desain itu makin lama makin simple, se-simple-simplenya. Sampai bangsa timur ikutan meninggalkan semua identitasnya. Setelah itu, dengan seenak udelnya, barat kembali ke craftmentship timur yang tentu saja tidak simple. Kemudian bangsa timur kelabakan mencari identitasnya.

Apa mungkin ‘Simplicity’ yang digagas oleh barat itu menjerumuskan?🔸 – Read on Path.

  10:54 pm  |   November 5 2014  

“kadang kita diuji dengan masalah kecil. ketika kita bereaksi besar terhadap masalah kecil, berarti kita akan jadi kecil.”

  2:01 am  |   October 2 2014   |  1 note  

“

ada orang tercebur di got.

ustadz 1, tetap menjaga kebersihan dirinya, dan mengajak orang di got itu untuk naik, membersihkan diri, seperti si ustadz.

ustadz 2, ikut turun ke got sebentar, membantu orang kecebur itu naik dan membersihkan diri bersama, mengamalkan ajaran kebersihan si ustadz.

*tiba-tiba kepikiran..

”

  5:27 am  |   September 27 2014   |  1 note  

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next
twentyten by Justin Waggoner